Senin, 10 Mei 2010
Malas Belajar
Ini merupakan kebiasaan yang hampir di miliki oleh anak remaja. Setelah mereka mengenal dunia luar, mereka akan lupa dengan kewajiban sebagia seorang pelajar. Mereka mulai malas belajar, bahkan sekedar membuka buku saja mereka merasa jenuh. Apalagi kalau sudah mengenal pacaran,yang ada dipikiran mereka hanyalah bagai mana bisa jalan-jalan dengan pacar, seneng-seneng atau sekedar main kerumahnya. Malas belajar juga disebabkan oleh pola belajar yang membosankan, guru yang galak dan mata pelajaran yang tidak mereka mengerti.
Intimidasi
Intimidasi merupakan tekanan-tekanan yang bersumber dari teman, orang tua, guru, bahkan orang yang baru dikenal. Biasanya anak-anak yang mengalami hal tersebut cenderung mengalami trauma atau rasa ketakutan yang mendalam. Seperti seorang anak laki-laki yang nekat bunuh diri karena mengalami ejekan "seorang homo" oleh teman-temannya dimana ia mendapatkan perlakukan tersebut dilingkungan sekolahnya. Setiap hari ia harus menerima ejekan tersebut dan ia tak mampu untuk membela diri karena ejekan itu dilakukan oleh sekelompok teman yang dominan disekolah dan bisa dikatakan sekelompok yang ditakuti oleh siswa-siswa lainnya.
Intimidasi juga biasa dilakukan oleh guru yang hanya menilai dari perbedaan tingkat sosial. Misalnya ketika sikaya melakukan kesalahan kemudian kesalahan tersebut diabaikan oleh guru, tetapi ketika simiskin tidak sengaja melakukan kesalahan, guru tersebut memberikan sanksi yang tidak sesuai.
Intimidasi yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak mereka, misalnya seperti yang bisa kita lihat di televisi yang begitu banyaknya para orang tua melakukan kekerasan padahal hanya masalah sepele saja. Bahkan ada yang tega membuang anak kandungnya sendiri dengan alasan ekonomi. Orang tua tidak mampu mengendalikan diri padahal seorang anak sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tua.
Sudah banyak korban dari intimidasi, maka perlu kita sadari bahwa tidak seharusnya kita melihat kekurangan dari orang lain karna mereka punya perasaan yang mungkin kita tidak akan tau apakah mereka akan sakit hati, kecewa, marah, atau bahagia.
Intimidasi juga biasa dilakukan oleh guru yang hanya menilai dari perbedaan tingkat sosial. Misalnya ketika sikaya melakukan kesalahan kemudian kesalahan tersebut diabaikan oleh guru, tetapi ketika simiskin tidak sengaja melakukan kesalahan, guru tersebut memberikan sanksi yang tidak sesuai.
Intimidasi yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak mereka, misalnya seperti yang bisa kita lihat di televisi yang begitu banyaknya para orang tua melakukan kekerasan padahal hanya masalah sepele saja. Bahkan ada yang tega membuang anak kandungnya sendiri dengan alasan ekonomi. Orang tua tidak mampu mengendalikan diri padahal seorang anak sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tua.
Sudah banyak korban dari intimidasi, maka perlu kita sadari bahwa tidak seharusnya kita melihat kekurangan dari orang lain karna mereka punya perasaan yang mungkin kita tidak akan tau apakah mereka akan sakit hati, kecewa, marah, atau bahagia.
Minggu, 09 Mei 2010
Putus Cinta
Banyak juga yang bunuh diri gara-gara putus cinta, ada juga karna putus cinta menjadi narapidana akibat sakit hati terus membunuh, memperkosa atau menculik pasangannya. Wah semakin nekat saja tindakan-tindakan remaja saat ini. Ini harus menjadi permasalahan yang dapat diselesaikan sebelum devinisi cinta berubah menjadi sesuatau yang menakutkan. Sobat remaja ku sekalian, ketika kalian mengalami permasalahan ini sebaiknya jangan larut dalam kesedihan, karna itulah yang menjadi faktor pikiran kalian sempit, tidak berpikir panjang. Kalian bisa melakukan sesuatu hal yang lebih baik ketika putus cinta, bahkan kalian bisa menjadi orang yang lebih baik. Satu hal yang perlu kalian ingan, setiap manusia memiliki pasanganny masing-masing, jadi jika sekarang kalian purus cinta, artinya itu bukan yang terbaik untuk kalian.
Kalau kalian bunuh diri, apa keuntungan untuk kalian? malahan kalian hanya mati sia-sia meninggalkan banyak dosa. Yang mendapatkan keuntungan malah sebaliknya, mereka semakin bebas punya alasan untuk punya pasangan baru setelah kalian mati dan menikmati itu semua. Sama halnya jika kalian melakukan tindakan-tindakan pidana, nama kalian akan masuk daftar buku hitam dan pastinya akan sulit mndapatkan orang yang mau dengan kalian yang punya cap seperti itu.
So, buat sobat remaja jangan pernah menganggap putus cinta sebagai akhir dari hidup kalian!!
Kalau kalian bunuh diri, apa keuntungan untuk kalian? malahan kalian hanya mati sia-sia meninggalkan banyak dosa. Yang mendapatkan keuntungan malah sebaliknya, mereka semakin bebas punya alasan untuk punya pasangan baru setelah kalian mati dan menikmati itu semua. Sama halnya jika kalian melakukan tindakan-tindakan pidana, nama kalian akan masuk daftar buku hitam dan pastinya akan sulit mndapatkan orang yang mau dengan kalian yang punya cap seperti itu.
So, buat sobat remaja jangan pernah menganggap putus cinta sebagai akhir dari hidup kalian!!
Sex Bebas
Nah! Mungkin bagi para orang tua hal ini merupakan hal yang paling ingin di hindari oleh anak-anak mereka terutama pada anak usia remaja. Orang tua mulai brsikap posesif, melarang ini dan itu tetapi tidak pada anak. Hampir kebanyakan anak-anak remaja terjebak kedalam sex bebas, bisa dikarenaka mereka minim pengetahuan soal sex maupun merreka yang memang sudah tau dan sekedar ingin mencoba. Kita bisa lihat sekarang, para anak remaja banyak sekali yang menikah muda karena hamil diluar nikah. Sebagian mereka yang mengalami tidak merasa malu terhadap orang-orang disekitarnya. Beda dengan anak-anak remaja zaman dulu dimana sex memang sangat tabu. Bagi para orang tua mulailah memberikan pemahaman yang benar terhadap anak-anak dan untuk para anak, sebaiknya lakukan sesuatu yang lebih membanggakan di bandingkan melakukan sesuatu yang hanya kenikmatan sesaat tetapi membawa penyesalan yang tak dapat di ulang lagi.
Orang Tua
Sekarang sedang marak-maraknya anak remaja kabur dari rumah, dengan alasan orang tua tidak lagi mendengar atau peduli dengan mereka. Ada juga karena faktor orang ketiga, biasanya pacar. Mereka menjadi berani melakukan tindakan demikian karena mereka mengganggap inilah jalan terbaik dan menuruti akan kehendaknya. Disinilah kelemahan orang tua terlihat, orang tua yang mendidik anaknya dgn kasih sayang yang berlebihan justru akan menjadi bumerang. Anak memiliki berbagai macam pola pikir, maka dari itu orang tua tidak juga harus terlalu keras dalam mendidik anak. Di dalam lingkungan keluarga antara anak dan orang tua sebaiknya jangan terlalu memiliki kesenjangan sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, terjadi kesalah pahaman dan merasa paling benar.
Selasa, 04 Mei 2010
Masalah Di lingkungan Sekolah
Mungkin tidak banyak orang tua tau bahwa anak mereka mengalami masalah di sekolahnya dan itu berarti kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua. Ketika bertanya kepada siswa, mereka menjawab "Tidak penting orang tua tau, merekapun tak akan mengerti" dan ketika bertanya kepada orang tua, mereka bilang "Anak - anak terlalu berlebihan, masalah kecil suka dibesar - besarkan."
Justru saya melihat inilah masalah utamanya. Anak - anak menjadi sensitif ketika kurangnya perhatian, mereka akan cendrung berdiam diri atau malah sebaliknya. Apalagi pada usia remaja, mereka seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari para orang tua.
Para orang tua sebainya lebih aktif tetapi tidak berlebihan, karna jika berlebihan malah akan membosankan bagi anak. Orang tua bisa menjadi teman berbagi cerita ketika anak - anak mempunyai masalah dengan teman sekolahnya. Masalah yang timbul bisa juga karena stres menghadapi tugas sekolah yang berlebihan, masalah dengan guru yang mungkin terlalu galak atau dengan pacar.
Bagi para remaja yang mengalami hal tersebut, cobalah untuk bercerite dengan orang tua, biasanya pada ibu yang lebih gampang mengerti. Dengan bercerita, kalian akan lebih tebantu mengurangi beban pikiran. Jika Kalian tidak ingin bercerita secara langsung, kalian bisa menulis dibuku. jika itu masih belum mengurangi, cobalah untuk melakukan hal - hal positif bersama teman - teman, biasanya ini lebih banyak dipilih untuk menghilangkan kejenuhan.
Justru saya melihat inilah masalah utamanya. Anak - anak menjadi sensitif ketika kurangnya perhatian, mereka akan cendrung berdiam diri atau malah sebaliknya. Apalagi pada usia remaja, mereka seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari para orang tua.
Para orang tua sebainya lebih aktif tetapi tidak berlebihan, karna jika berlebihan malah akan membosankan bagi anak. Orang tua bisa menjadi teman berbagi cerita ketika anak - anak mempunyai masalah dengan teman sekolahnya. Masalah yang timbul bisa juga karena stres menghadapi tugas sekolah yang berlebihan, masalah dengan guru yang mungkin terlalu galak atau dengan pacar.
Bagi para remaja yang mengalami hal tersebut, cobalah untuk bercerite dengan orang tua, biasanya pada ibu yang lebih gampang mengerti. Dengan bercerita, kalian akan lebih tebantu mengurangi beban pikiran. Jika Kalian tidak ingin bercerita secara langsung, kalian bisa menulis dibuku. jika itu masih belum mengurangi, cobalah untuk melakukan hal - hal positif bersama teman - teman, biasanya ini lebih banyak dipilih untuk menghilangkan kejenuhan.
Pergaulan Bebas
Di zaman sekarang ini sudah banyak generasi penerus yang terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak semestinya. Faktor utama yang paling berpengaruh adalah lingkungan dan keluarga. Menurut survei, banyak anak - anak yang mengaku karena bosan dengan suasana rumah yang tidak mengikuti perkembangan zaman. Maka dari itu, keluarga terutama orang tua harus bisa melihat perkembangan anak - anaknya. Jangan sampai, mereka terjerumus lbh jauh.
Pergaulan bebas dapat merusak mental, sebab mereka tidak memikirkn dampak kedepanny, mereka hanya mementingkan kebahagian sesaat. Mereka akan mencoba berbagai macam hal yang di anggapnya akan seperti anak gaul, bergengsi dan lain sebagainya. Bahkan tidak malu - malu lagi dalam melakukan tindakan di depan umum. Menjadi pecandu narkoba merupakan akibat dari pergaulan bebas karena tidak mampu mengontrol diri dan kurangnya pengawasan orang tua.
Pergaulan bebas dapat merusak mental, sebab mereka tidak memikirkn dampak kedepanny, mereka hanya mementingkan kebahagian sesaat. Mereka akan mencoba berbagai macam hal yang di anggapnya akan seperti anak gaul, bergengsi dan lain sebagainya. Bahkan tidak malu - malu lagi dalam melakukan tindakan di depan umum. Menjadi pecandu narkoba merupakan akibat dari pergaulan bebas karena tidak mampu mengontrol diri dan kurangnya pengawasan orang tua.
Langganan:
Komentar (Atom)
